Mitsubishi Xpander



Mitsubishi Motors Corporation (MMC) mengumumkan bahwa mobil MPV baru mereka, XPANDER, mendapat peringkat bintang 4 dari ASEAN New Car Assessment Program (NCAP). Ini adalah badan independen yang menguji tingkat keselamatan sebuah kendaraan yang diproduksi massal.

Mitsubishi XPANDER ini mulai dijual di Indonesia pada bulan September 2017. XPANDER adalah MPV Mitsubishi pertama yang diuji oleh ASEAN NCAP. XPANDER juga menjadi MPV pertama Mitsubishi yang diuji tabrak dengan metode pengujian baru. Karena sejak tahun 2017, ASEAN NCAP memiliki standar baru dalam metode pengujian mereka. Secara keseluruhan, model tersebut memperoleh skor 71,66 poin.

Dalam kategori Perlindungan Orang Dewasa (Adult Occupant Protection), XPANDER mendapatkan nilai 14,22 poin untuk tabrakan depan dan 13,92 poin tabrakan samping dari total masing-masing 16 poin. Perlindungan kepala (Head Protection Technology) tidak mendapat nilai, karena memang tidak dilengkapi curtain airbag. Total, nilai untuk AOP tercatat 28,14 poin dari total 36 poin.

Lalu untuk Perlindungan Penghuni Anak (Child Occupant Protection) XPANDER mendapat 8 poin untuk tabrakan depan, 8 poin juga untuk tabrakan samping, dari total nilai masing-masing 16 poin. Berkat ISOFIX, nilai 11,63 poin diperoleh dari terbaik 12 poin, untuk instalasi jok anak dan 9 poin (dari 13 poin) untuk faktor vehicle-based assessment for fitment. Total nilai untuk COP adalah 36,63 poin dari maksimum 49 poin.

Terakhir, penghitungan Safety Assist Technologies (SAT), XPANDER meraih 10 poin dari maksimum 18 poin. Termasuk 6 poin untuk teknologi Effective Braking and Avoidance (EBA), seperti ABS dan stability control, yang tersedia pada varian tertentu. Sedangkan sabuk keselamatan tiga titik untuk enam penumpang dan seat belt reminder (jok depan) juga membantu penilaian.

Dari hasil masing-masing kategori ini, kemudian dikalkulasi lagi dengan bobot penilaian berdasarkan pada protokol baru. Di mana untuk AOP adalah 50% dan COP serta SAP masing-masing bobotnya 25%. Hasilnya untuk penilaian AOP mendapat 39,08 poin, untuk COP meraih 18,69 poin dan SAT adalah 13,89. Sehingga jika ditotal XPANDER ini meraih total poin sebanyak 71,66 poin dari maksimum 100 poin yang kemudian dikonversi menjadi 4 bintang ASEAN NCAP. Semakin tinggi poin yang didapat tentu akan membuat mobil mendapat peringkat bintang yang lebih banyak (maksimum 5 bintang).

MPV 7-seater ini memiliki dual airbags dan pengingat pada sabuk pengaman depan, baik untuk pengemudi maupun penumpang depan, sebagai standar. Sebagai bagian dari komitmen Mitsubishi terhadap keselamatan, XPANDER juga dilengkapi dengan fitur Safety Assist Technology yang disebutEmergency Stop Signal, yang ditawarkan sebagai standar atau opsi, di negara-negara XPANDER dipasarkan. XPANDER juga dilengkapi dengan ISOFIX dan top tether.

Sekertaris-Jendral ASEAN NCAP, Ir. Dr. Khairil Anwar Abu Kassim mengatakan: “XPANDER merupakan MPV pertama yang diuji oleh ASEAN NCAP berdasarkan protokol baru untuk 2017-2020, dan menunjukan kinerja baik dalam penilaian yang lebih ketat ini. Menunjukan bahwa Mitsubishi Motors berdedikasi untuk menghasilkan mobil yang lebih aman untuk kawasan ASEAN sesuai dengan protocol keselamatan kami yang baru.”

XPANDER yang diproduksi di pabrik baru MMC di Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat ini mulai dijual di Indonesia pada bulan September 2017. Jumlah pesanan telah mencapai lebih dari 50.000 unit untuk tiga bulan pertama, melebihi target penjualan awal yakni 3.000-4.000 unit per bulan.

MMC berencana untuk mengirimkan XPANDER ke Filipina dari bulan Mei 2018, dan beberapa pasar ASEAN lainnya di tahun 2018.